Selasa, 17 Januari 2012

Goresan terakhir

Goresan terakhir

Perjalnan hidup memang kadang tak selamanya indah tapi hidup ku selalu melewati jalanan yang curam terjal, dan berkelok.Kadang aku takut akan ini semua aku takut terjatuh pada lubang yang curam yang akhirnya mengembalikan ku pada titik awal.

Mengapa hanya kebohongan,penghianatan,saja yang kudapat apa yang seharusnya aku rubah dari diriku agar aku takkan jatuh pada jurang yang sama.Rasanya sakit,sakit yang tak terobati.Kau bilang pada ku akan hadir dan mengetuk hati ini tapi enggkau malah tanamkan bunga palsu di hati ku.

Bosan aku mendengar pujian para pujangga tapi pembuktiannya ΙΈ (kosong).tidak semua yang kita inginkan harus dimiliki, meski berharap untuk menjadi milik kita, jika memang harus untuk dimiliki tidak harus hari ini,bisa lusa dan kapan pun……Allah punya rahasia yang indah dibalik ini semua.

Beri aku semangat agar aku bisa kembali seperti semula.Aku merindukan masa-masa ku yang dulu. Berfikir kebelakang itu bukan berarti tidak ingin maju,tapi aku hanya ingin mengenangnya saja.

Aku tidak pernah menyangka ternyata mawar yang kau bawa itu adalah mawar palsu.Sulit bagi ku untuk membedakannya, karena yang kulihat sama merahnya.

Kecewa…????

So pasti….. !!!!!!!!!!!!!

Aku tidak menginginkan di taman ku yang indah nan menyejukkan hati setiap mengunjungnya tumbuh bunga palsu.Aku mau engkau datang membawa tanaman yang asli sekalipun itu hanya sebatang rumput liar (ilalang).

Biarlah ilalang yang ada ditamanku dari pada harus ada bunga mawar palsu di taman ku.Hanya mengotori tamanku yang memang sudah tak terawatt lagi.Aku mencoba ambil hatimu tapi aku takut,karna dihati mu ada terpasang kamera CCTV.

Akan kulatih hatiku ini siap menerima apa saja,Tuhan ajari aku bersabar membimbing rasa di hati ku.

Ajari aku menulis kata kata cinta karna yang selama ini aku tulis,kata cinta itu tak sesempurna kata cinta yang ditulis Juliett.Ku ingin engkau melengkapi kata cinta ini dengan kata cinta mu yang suci.

Saat ini yang bisa aku lakukan hanyalah berpengan pada pohon itupun hanya sementara yang sewaktu-waktu akan diambil oleh pemiliknya.Kuharap engkau bisa membawakan pohon yang sama untuk tempatku berteduh selamanya.

Hati ini tlah aku rajut seindah mungkin ,dan aku hanya ingin engkaulah yang memilikinya.Bukan perkara mudah untuk mendapatkannya karna rajutan ini telah membuat tanganku dan mata ku meneteskan darah.

Sakit yang aku rasa ini bukan berarti apa-apa dimata ku,tetapi aku akan merasa sangat sakit apabila engkau jauh dari ku.Hidup memang pilihan dan kuharap pilihan mu jatuh pada ku,aku tidak akan berhenti berharap dan berhenti bermimpi karena dengan mimpilah aku bisa hidup,bisa berdiri tegak menghadang ombak yang menerjang.

Aku memang orang yang tidak berdasi sperti yang lain,tapi aku akan berusaha untuk itu,aku ingin menjadi diri sendiri buka maksud ku ingin sombong, angkuh atau sebagainya tapi itu adalah aku.Ku ingin meluncur agai meteor.

Kesendirian membuatku lemah

Kesendirian membuatku capek

Kesendirian membuatku bosan

Kesendirian membuatku tak bersemangat

Kesendirian membuatku tidak punaya gairah dan alasan untuk hidup

Dan kesendirian membunuh jiwa ku selama ini

Aku butuh teman untuk berbagi dikala aku sedih dan senang tapi aku acuh akan itu.

Aku menyesal.

Dan sangat menyesal

Karena aku telah menyia-nyiakan masa indah itu mas dimana seharusnya aku happy with………Tapi ini semua aku telan dalam-dalam rasa penyesalan itu,karena penyesalan terbesar itu sebenarnya adalah jika kita melupakan kodrat kita sebagai Makhluk Ciptaan Allah.

Dalam hidupku akan aku abdikan jiwa dan raga ini untuk mendapatkan rido dari sang khalik.Jika semua ini kan engkau ambil aku siap tapi aku ingin jika itu semua itu terjadi aku tlah dalam keadaan suci dan benar-benar suci.dan aku ingin berada disekeliling orang-orang yang menyayangi ku sepenuh hati.

Bila masanya tlah tiba aku ingin tak satupun tau bagaimana perjalanan hidupku karena aku tau itu akan membuat diriku terhina.

SETETES AIR MATA BANGGA UNTUK IBU


Stetes Air Mata Bangga Untuk Ibu
Ibu merupakan sesosok wanita yang sangat berpengaruh dalam hidupku,tempat aku mengadu dan berkeluh kesah. Pepatah bilang”cinta Ibu sepanjang zaman, cinta anak sepanjang galah”, tapi itu bukan pribadiku, karena rasa sayangku pada Ibu melebihi apapun di dunia ini tanpa melupakan kodratku sebagai hamba Allah. Selalu di samping Ibu adalah hal terindah dalam hidupku. Kini aku telah jauh dari Ibu, aku hanya dapat mendengar sapaan, omelan, dan nasehatnya lewat secarik kertas yang lusuh dan kusam dengan segala keterbatasan yang ada pada diriku. Sedih rasanya kala itu, tak pernah terbayang di benakku nasehatnya akan aku dengar secepat kilat, tanpa bertatap langsung dengan Ibu. Aku sangat merindukan akan omelannya padaku.
Ini semua adalah pilihan, aku tidak akan berhenti bermimpi dan berhenti berharap karena dengan itulah aku hidup dan bisa berdiri tegak menghadang ombak dan duri kehidupan yang kejam yang datang padaku.Aku ingin seperti bintang kejora yang selalu hadir menerangi malam-malam Ibu, karena Ibu adalah inspirasi terbesar dalam hidupku.
Disaat aku sendiri aku merindukan saat–saat bersama Ibu, karna kesendirian membuat Aku lemah, membuat Aku lelah, membuat Aku bosan, dan membuatku tak bersemangat, karna kesendirian membuatku tidak punya semangat untuk hidup, dan kesendirianlah yang ternyata membunuh jiwaku selama ini.
Aku menginginkan sesosok Ibu selalu di sampingku melewati hari–hariku yang melelahkan yang kan membelai rambutku, menghapus air mataku saat aku terpuruk dan tak berdaya dan yang mengingatkanku saat aku tidak benar di matanya.
Semua ini aku lakukan untuk ibu yang telah melahirkan, membesarkan dan merawatkuku sejak kecil hingga sekarang dengan penuh rasa kasih sayang, walaupun semua pengorbanan yang telah di lakukan oleh Ibu padaku tidak bisa dan tidak akan pernah bisa aku balas dengan apapun di dunia ini, aku berharap jika saatnya tiba, Ibu akan meneteskan air mata bangga untukku karena melihat diriku telah mencapai apa yang diharapkan oleh semua Ibu di seluruh pelosok negeri ini, dan aku ingin mengabadikan itu semua bersama Ibu dan seluruh anggota keluargaku.
Dan yang akan selalu aku ingat adalah nasehat – nasehat ibu padaku, yang telah menghantarkan Aku ketitik tertinggi dari yang tertinggi. Maafkan Aku Ibu,yang selalu membuat air mata Ibu menetas dan Aku telah membuat raga mu yang telah rentan menjadi lemah di setiap hari-hari yang engkau lalui.
Nama : Noviana Putri
NIM : A1C311037
Prodi : Pendidikan Fisika 2011
Cp :087793646102
Kampus : UNIVERSITAS JAMBI